Selasa, 30 Juni 2015

Rumahku Basecamp-ku

"Aduh!, susah banget ngumpulin anak-anak. Beginilah kalau anak-anak sudah pada besar, sudah pada punya kesibukan sendiri." 
Itu sepenggal keluhan ibu saya, semenjak anak-anaknya dewasa, punya kesibukan masing-masing bahkan ada yang merantau keluar kota, semenjak itulah waktu berkumpul keluarga menjadi langka. Mungkin keluhan ini juga jadi keluhan ibu-ibu lain di luar sana.

Saya, seorang pegawai, sebagian besar waktu banyak saya habiskan di luar rumah, untuk bekerja, termasuk waktu tempuh rumah - kantor - rumah yang tak pernah tanpa kemacetan lalu lintas. Ketika weekend, masih ada saja kegiatan yang menyita waktu di luar rumah. Biasanya hang out bareng teman-teman, tujuannya apa lagi kalau bukan refreshing. Dalam seminggu, hanya 1 hari yang saya gunakan untuk full seharian di rumah.

Adik bungsu sedang kuliah di Surabaya, 6 bulan sekali baru kembali ke rumah. Hanya si tengah yang banyak menghabiskan waktu di rumah, dia seorang businesswoman yang bisa mengendalikan usahanya via gadget dari mana saja, mayoritas dari dalam rumah.

Alhamdulillah, ada bulan Ramadhan. Di bulan ini, kami punya banyak waktu untuk berkumpul, berbagi cerita, beribadah bersama, dan bahu membahu sebagai sebuah keluarga. Adik bungsu yang kuliah di ITS libur semester, rutinitas saya mengalami perubahan, jam pulang kantor dipercepat jadi pukul 16.00. Biasanya, pukul 17.30 saya masih berdesak-desakan di bis yang terjebak macet, khusus di bulan Ramadhan, jam segitu saya sudah di rumah, membantu ibu menyiapkan buka puasa dan menu makan malam di dapur basah.

Dapur basah.
Tempat saya biasa bantu ibu menyiapkan menu buka puasa dan makan malam.

Rumah Kami di Bulan Ramadhan

Apa yang paling membahagiakan saat bulan Ramadhan?. Di bulan inilah makna rumah kembali dimaknai. Bukan sekedar tempat pulang, tempat tidur, tempat berkumpul keluarga. Rumah merupakan base camp tempat melatih kekompakan sebuah tim yang bernama keluarga.

Kami tidak punya PRT full time, sehingga menyiapkan buka puasa serta menu makan malam dan sahur menjadi keseruan bagi kami. Tentu saja seru, sebab semua anggota keluarga terlibat. Kami berbagi tugas, biasanya saya membantu ibu mengolah hidangan, adik perempuan saya bertugas menyajikan di atas meja makan, setelah hidangan habis maka giliran adik laki-laki saya mencuci piring-piring dan gelas-gelas kotor, saya membantunya merapihkan meja makan, kalau bapak kebagian tugas mengantar ibu membeli bahan-bahan yang akan diolah.

Bisa ditebak, dimana ruangan favorit di rumah kami?.... Tepat!,  selama bulan Ramadhan ruangan favorit di rumah kami adalah di sekitar dapur dan meja makan. Di sinilah jalinan kehangatan, kedekatan, dan kekompakan dieratkan kembali.

Ruangan favorit di rumah kami selama bulan Ramadhan, sekitar dapur dan meja makan.

Selama Ramadhan, dalam sehari ada 3 kesempatan kami makan bersama : saat sahur, buka puasa, dan makan malam. Selain bulan Ramadhan, dalam sehari hampir tak pernah bisa saya makan bersama keluarga, sebab sarapan sendiri, makan siang di kantor, dan lebih sering makan malam di luar sambil melanjutkan obrolan dengan teman-teman sedivisi.

Oh ya!, kami punya kegiatan refreshing khusus di bulan Ramadhan, refreshing yang kami lakukan di sekitar dapur dan meja makan. Bikin kue Lebaran, sudah kami mulai sejak weekend pertama Ramadhan, biar gak keteter, maklum tamu-tamu dan saudara-saudara kami pasti banyak yang berkunjung ke rumah saat Lebaran. Walaupun hanya di dalam rumah dan pastinya dapur kering serta meja makan jadi super berantakan, kami sangat enjoy dan happy. Kalau tidak di bulan Ramadhan, kapan lagi bisa kumpul sekeluarga dan kerja bakti di rumah sendiri.

Dapur kering, ada oven dan microwave, makanya bikin kue Lebaran di sini.
Meja makan jadi super berantakan pas bikin kue Lebaran.
Kue Lebaran siap dioven.
Daaan...inilah hasilnya, baru jadi 1 toples.

"Tunggu Bulan Ramadhan Aja, Bu!."

Baiti jannati, rumahku surgaku. Itu kata mutiara Arab. Kalau kata saya, rumahku basecampku. Tiap kali ibu tidak berhasil mengumpulkan anak-anaknya yang kian dewasa dan punya kesibukan masing-masing, kita jawab "Tunggu bulan Ramadhan aja, Bu!". Sesibuk apapun kami dengan rutinitas maisng-masing, di bulan Ramadhan pasti kembali ke basecamp untuk melatih kekompakan, mempererat kembali jalinan kedekatan dan kehangatan, agar mendapat makna baru dari rumah.

Bulan Ramadhan selalu kami nantikan.

- See more at: http://artikelkomputerku.blogspot.com/2010/10/cara-memasang-banner-di-bawah-posting.html#sthash.TrMBEyDs.dpuf

1 komentar: