Tampilkan postingan dengan label Lebak Bulus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lebak Bulus. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Juni 2015

Be-Qyu Resto & Cafe : Senyaman Makan di Rumah

Ada yang sering makan di luar bareng keluarga?. Atau ada yang berencana buka bareng?. Family gathering?. Arisan?. Ulang tahun anak?.

Saya mau sharing pengalaman dan kesan tentang resto yang cocok untuk tempat ngadain buka bareng, family gathering, arisan, ulang tahun anak, ataupun sekedar makan di luar bareng keluarga. Kebetulan saya biasa dinner sambil family gathering ataupun menjamu tamu di resto ini.

Be-Qyu Resto & Cafe. Lokasinya di Jl. Karang Tengah Raya no. 4, Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Kenapa cocok untuk acara buka bareng, family gathering, arisan, atau ulang tahun anak?. Pertama, letaknya di pinggir jalan raya, jadi lokasinya mudah ditemukan, gak pake nyasar. Kedua, tempat parkirnya luas. Ketiga, kapasitasnya besar, tersedia ruang pertemuan dan swimming pool. Keempat, tempat yang nyaman. Kelima, dilengkapi fasilitas tambahan seperti toilet dan mushola.

Gambar diambil dari sini. 

Bicara soal nyaman, makan di Be-Qyu senyaman makan di rumah. Suasana ruang makan utamanya, hiasan-hiasan dindingnya, keramahan para pelayan, seolah memindahkan atmosfer kenyamanan rumah dan disajikan kembali di resto ini. Tidak heran kalau banyak pengunjung yang sangat menikmati makan plus ngobrol-ngobrol bersama keluarga di Be-Qyu.

Saya membagi menu yang disajikan Be-Qyu menjadi 2 jenis, yaitu western cuisine dan Indonesian cuisine. Untuk western cuisine, yang paling enak adalah carbonara dan chicken gordon blue. Sedangkan untuk Indonesian cuisine, yang paling enak adalah ayam matah dan kwetiauw, ini yang selalu saya pesan setiap makan di Be-Qyu. Appetizer dan dessertnya juga menggiurkan, sayangnya bitterballen akhir-akhir ini selalu kosong, entah sold out atau dihapus dari menu. Harga mulai dari Rp. 25.000 sampai Rp 50.000.

Ayam matah.
Ayamnya OK, sambal matahnya nyaam...nyaaam banget.

Kwetiauw.
Beberapa orang saudara yang pernah diajak makan di Be-Qyu ikutan pesan kwetiauw,
komentar mereka sama : Enak banget!.

Appetizer.

Dessert.
Waktu iseng-iseng googling  Be-Qyu, rupanya ada Twitter @BeqyuResto, tapi nampaknya penggunaannya belum dioptimalkan. Andai Twitter ini dioptimalkan, alangkah mudahnya para pelanggan mengecek menu apa yang recommended atau sekedar kontak untuk booking tempat.

- See more at: http://artikelkomputerku.blogspot.com/2010/10/cara-memasang-banner-di-bawah-posting.html#sthash.TrMBEyDs.dpuf

Selasa, 02 Juni 2015

Makan Sehat Rasa Lezat di Noodle King Lebak Bulus

Beberapa hari lalu, gak sengaja makan malam sekeluarga di sebuah restoran. Kenapa gak sengaja?, ya pasti karena sebelumnya tidak ada rencana untuk dinner di luar, tapi gara-gara kejebak macet dan perut keburu lapar, mending mampir buat makan malam dulu, biar bisa langsung tidur pas sampai di rumah.

Berhubung sudah jam 20.45, menu yang terhidang di resto-resto favorit kami tinggal sisa-sisa, apalagi di resto yang buka dari pagi. Setelah muter-muter nyari tempat makan malam, akhirnya kami putuskan untuk makan di Noodle King Lebak Bulus, baru pertama kalinya kami mampir ke resto ini, padahal lokasinya dekat dari rumah.

Yang namanya baru pertama kali itu pasti identik dengan rasa penasaran. Dari luar kok keliatan sepi banget ya, gak ada pengunjung sama sekali, curiga sudah tutup karena menu hari ini sold out. Rupanya, lain dugaan lain kenyataan, kami justru merasa puas dengan hidangan dan pelayanannya. Menurut saya, Noodle King ini resto unik, makanya saya share curhatan saya.

Rasa Unik. Apa Uniknya?

“Rasa biasa aja sih, untuk tempat yang namanya noodle king dan harga segitu masih kalah sama GM.”

Itu komentar dari salah seorang pelanggan Noodle King Lebak Bulus yang saya temukan di sini. Tanpa mengurangi rasa hormat, saya punya pendapat yang berbeda dengannya.

Saya terbiasa makan makanan tradisional di rumah makan Indonesia, lidah saya terbiasa dengan masakan yang bumbunya sangat terasa, jadi kalau makan nasi goreng di hotel berbintang, pastilah turun nafsu makan saya karena masakan-masakan hotel berbintang bumbunya soft. Begitupun kalau disuruh makan makanan diet atau makanan sehat, takaran garam dan bumbu-bumbu banyak dikurangi, rasanya sudah pasti jauh dari sedap.

Uniknya makanan di Noodle King, bumbunya memang lebih soft dibanding makanan sejenis yang pernah saya coba di resto-resto lain, tapi tetap sedap dan lezat. Semangkuk bakso yang saya coba, kuahnya tawar tanpa vetsin tapi rasa baksonya mantep. Sayur mayur di fuyunghai terasa fresh, bikin kenyang. Mudah ditebak, menu di Noodle King ‘bukanlah menu sehat’ tapi sengaja diracik untuk menyehatkan konsumen. Wajar jika bumbunya soft, sebab takaran garam dikurangi dan tanpa vetsin, tapi rasa makanannya tetap lezat. Masih perlu bukti?, cicipi 3 menu andalannya : noodle king chili, noodle king pandan, dan noodle king original plus bebas pilih topping sesuai selera. Tambah topping ya tambah uang sih, tapi murah kok, harganya mulai dari Rp 3.000an.

Noodle King Pandan.
Mienya berwarna hijau, asli warna daun pandan bukan pewarna, tercium dari aroma wangi pandannya.

Mahal atau Murah?

Ini dia fuyunghai yang sayurnya fresh banget.
Seorang makan seporsi tanpa nasi dijamin kenyang.

Soal harga, mahal atau murah?, itu relatif. Kalau disandingkan dengan menu yang sengaja diracik untuk menyehatkan kosumen, rasa makanan yang tidak hambar meski bumbu agak soft, tempat yang bersih serta nyaman plus wifi pula, dan pelayanan yang ramah serta cepat, harga kisaran Rp 24.000 sampai Rp 40.000an sangatlah reasonable.


Jadi, silakan coba sendiri atau bersama keluarga di akhir pekan nanti. Butuh alamat lengkapnya?, di Jalan Lebak Bulus Raya no. 23, di depan Gedung Utama BATAN.

Tempatnya luas, bersih, nyaman plus wifi.

- See more at: http://artikelkomputerku.blogspot.com/2010/10/cara-memasang-banner-di-bawah-posting.html#sthash.TrMBEyDs.dpuf

Rabu, 27 Mei 2015

Peliharaan Super Pintar


Anjing Super Pintar, bisa membersihkan kotorannya sendiri.

Suatu hari, dapat kiriman gambar via BBM dari teman. Gambar seekor anjing yang sedang membersihkan kotorannya sendiri. Hati menggumamkan khayalan, andai punya peliharaan super pintar persis di gambar, gak perlu repot-repot bersihin kotorannya tiap pagi dan sore. Tak disangka, baru-baru ini khayalan tadi jadi kenyataan. Kok bisa?!.

Begini ceritanya. Kamis, 14 Mei 2015, sekitar jam 19.30 WIB, pas buka pintu rumah, eeh...kok ada kucing. Meooong sambil natap gue, kemudian mendekat. Gue yang gak begitu suka kucing, malah cenderung geli sama hewan-hewan berbulu, otomatis kabur dan bingung mesti ngapain. Cuma berani berkali-kali ngintip dari jendela, kok kucingnya stay tune di depan pintu, gak pergi-pergi. Berhubung waktu itu udara dingin, gue jadi iba, akhirnya gue kasih sepotong ayam. Awalnya cuma diendus-endus, tapi lama kelamaan dimakan juga, itupun sedikit doang. Tengah malam, iseng-iseng gue intip dari balik jendela, ternyata itu kucing tidur di depan pintu rumah.

Besok pagi, pas buka pintu rumah buat ngambil koran, kucingnya bangun dan kembali natap gue sambil mengeong, kemudian mendekat. Gue kasih sepotong daging, dimakan sedikit doang setelah lama diendus-endus. Kelihatannya dia lapar, tapi dikasih ayam dan daging kok dimakan sedikit doang ya?, akhirnya gue kasih susu, gak diminum sama sekali. Masih stay tune di depan pintu rumah dan mengeong setiap kali ada yang buka pintu rumah.

Siangnya, Tante gue datang, kebetulan Tante pelihara kucing di rumahnya, kebetulan juga baru beli makanan kucing dan dibawa di mobilnya. Tante kasih makanan kucing, langsung disantap, lahap!. Dugaan Tante, ini kucing peliharaan yang entah hilang atau sengaja dibuang oleh pemiliknya, nyasar di rumah gue. Akhirnya gue ke swalayan, beli makanan kucing untuk si kucing nyasar. Sampai sekarang kucingnya masih berkeliaran di sekitar rumah, kita kasih makan 3x sehari, selalu mengeong manja plus tatapan mata bulatnya tiap lihat gue atau anggota keluarga gue. Secara aklamasi, kucing yang belum diberi nama ini resmi jadi peliharaan keluarga gue, jadi anggota keluarga baru, dan pastinya jadi tanggung jawab gue untuk kasih makan.

Gimana dengan bersihin kotorannya?, serasa punya peliharaan super pintar, kucing ini gak pernah buang air di sekitar rumah gue, si kucing selalu pergi ke rumah depan (kebetulan rumah kosong) untuk cari tumpukan pasir atau semak-semak kemudian buang air di sana. Sampai saat ini sih kita belum pernah nemuin kotorannya di sekitar rumah, apalagi sampai harus bersihin, cuma kasih makan dan ngajak main.

Kucing Rumahan

Kucing nyasar. Pas pertama kali nongol di depan pintu rumah.

Setiap hari gue perhatiin si kucing, dugaan Tante kalo kucing ini kucing peliharaan sepertinya benar. Perilakunya :
1. jinak dan akrab sama orang
2. cuma mau makan makanan kucing, gak doyan makanan manusia (nasi, ayam goreng, daging rendang, dll)
3. kalo makannya gak habis, mungkin pas ngasih porsinya terlalu banyak, beberapa jam kemudian pasti balik lagi buat ngabisin sisa makanannya
4. badannya berisi
5. bulunya bagus dan halus
6. pengennya masuk ke dalam rumah, kadang suka dorong (buka) pintu karena pengen ikut masuk ke rumah.

Nah!, yang masih jadi PR buat gue, gimana caranya ngurus kucing dengan baik dan benar. Maklum, belum pernah pelihara kucing, jadi harus rajin-rajin googling tentang cara merawat kucing, termasuk soal kesehatannya, misalnya vaksin. Berhubung si kucing sampai saat ini belum gue kandangin, masih dilepas bebas, gue juga harus memastikan si kucing bebas kutu.

Ngomong-ngomong soal kandang, sebetulnya pengen banget ngandangin si kucing, apalagi dia sering berantem sama kucing liar, takut dia luka-luka. Pas mau beliin kandang, tiba-tiba muncul dilema. Kalo gue kandangin, ya memang lebih aman tapi jadi harus bersihin kotorannya, karena otomatis si kucing bakal buang air di kandang bukan di pasir atau semak-semak di luar rumah gue.

Tadi sore kan hujan tuh, kepikiran pengen ngajak si kucing masuk ke rumah, takut dia kehujanan, mukanya juga sedih tiap kita tinggalin masuk ke rumah, kaya' pengen ikut gitu. Masalahnya belum beli kandang, belum yakin juga apakah si kucing gak bakal ngacak-ngacak seisi rumah, walaupun kelihatannya tipikal kucing anteng. Jadi baiknya gimana ya?, masih bingung nih.

Oh ya!, kucing ini belum dikasih nama, kalo saran Tante sih dipanggil Grey atau Gery aja, sesuai sama warna bulunya. Ada yang mau ikutan nyumbang nama?, sekalian sharing cara merawat kucing. Silakan!.

Pengennya ikut masuk ke rumah. Kalo ditinggalin masuk ke rumah, langsung meong-meong.

Menyantap lahap makanan kucing. Betul-betul gak doyan makanan manusia.

Kekenyangan, akhirnya nyantai kaya' di pantai.

- See more at: http://artikelkomputerku.blogspot.com/2010/10/cara-memasang-banner-di-bawah-posting.html#sthash.TrMBEyDs.dpuf

Rabu, 31 Desember 2014

Proyek MRT : Behind The Scene From Lebak Bulus

Proyek MRT (Mass Rapid Transportation) menyisakan cerita bagi Lebak Bulus, bukan hanya bagi warga tapi juga orang-orang yang rutin wara-wiri di sekitar sini. Sedikit orang yang tidak tahu bahwa di Lebak Bulus ada terminal dan stadion atau gelora olahraga.
 
Sudah cukup lama berhembus kabar tentang penggusuran stadion Lebak Bulus, kira-kira sejak tahun 2012. Sebagai bukti, coba baca ini dan cek tanggalnya. Kenyataan di lapangan, sangat minim sosialisasi tentang penggusuran tersebut, banyak orang bertanya-tanya : kapan penggusuran?, berapa uang ganti rugi?, apa fasilitas pengganti?, dan pertanyaan-pertanyaan lain yang terkait soal penggusuran.
 
Sampai pada 6 Januari 2014, terminal Lebak Bulus ditutup bagi bis AKAP (Antar Kota Antar Propinsi), dipindah ke terminal Kampung Rambutan. Unjuk rasa menolak penutupan terminal Lebak Bulus sempat terjadi, toh kenyataan di lapangan bis-bis AKAP kembali lagi ke sekitar terminal Lebak Bulus karena lahan di terminal Kampung Rambutan belum memadai untuk menampung mereka.

Hari Minggu kemarin (28-12-2014), sepulang dari shopping di mall saya mampir ke Carrefour Lebak Bulus, betapa kagetnya saya saat berada di atas jembatan penyebrangan dan melihat pemandangan di bawah. Ada beberapa bangunan yang tidak lagi ada, salah satunya adalah warung bakmi langganan saya. Rupanya sudah kena gusur untuk proyek MRT, pedagangnya memilih untuk pulang ke Pemalang. Sekitar sebulan sebelumnya, stadion Lebak Bulus memang sudah dikosongkan, dikelilingi papan bertuliskan "Mohon Maaf Sedang Berlangsung Pekerjaan Konstruksi Proyek MRT Jakarta", dan banyak graffiti hasil karya Jakmania menghiasi dinding stadion.
 
Stadion Lebak Bulus, dindingnya berhias graffiti hasil karya Jakmania.

Keesokannya, ramai orang berkerumun di sekitar stadion Lebak Bulus, ada Polisi, Satpol PP, orang-orang berseragam Pemuda Pancasila, FBR (Front Betawi Rempug), tukang-tukang ojek, serta para pemilik bangunan yang akan digusur, sampai-sampai lalu lintas jadi macet. Para pemilik bangunan adalah para pedagang yang mendirikan kios di sepanjang jalan di depan stadion Lebak Bulus, mencoba mempertahankan sumber pendapatan mereka agar tidak tergusur karena belum mendapat ganti rugi. Sedangkan dari pihak Pemkot Jakarta Selatan berpendapat bahwa Surat Peringatan, sosialisasi, dan proses pembebasan tanah sudah dimulai sejak 2010, kios-kios itu hanyalah bangunan liar yang harus ditertibkan sehingga pemiliknya tidak berhak atas uang ganti rugi.

Toh akhirnya penggusuran tetap dilakukan. Senin (29-12-2014) sore stadion Lebak Bulus bisa terlihat dengan jelas dari jauh sebab bangunan-bangunan di sekitarnya sudah rata dengan tanah, termasuk pohon-pohon dan tiang listrik yang ikut dirubuhkan. Di pengujung 2014, kenyataan tidak menyenangkan harus diterima para pedagang yang tergusur. Tak lama berselang, tersiar kabar terminal Lebak Bulus akan segera ditutup (lagi), entah benar atau tidak...kita lihat saja nanti!.





Save Lebak Bulus

Saya salah seorang warga Lebak Bulus dan ikut merasakan dampak dari proyek MRT. Banyak yang berseru "Save Lebak Bulus", kalau berserunya baru beberapa hari kemarin saya pikir sudah terlambat. Yang jelas saya melihat minimnya fasilitas pengganti dari pemerintah untuk warga Lebak Bulus, baik yang menetap ataupun yang sekedar transit di sekitarnya.

Sebagai salah seorang warga Lebak Bulus, inilah yang saya amati dan alami :

1. Berkurangnya akses jalan ke perumahan Lebak Bulus.
Tadinya akses masuk ke perumahan Lebak Bulus cukup mudah, begitu pula dengan akses keluar dari dalam komplek perumahan menuju jalan raya. Sejak penggusuran stadion, otomatis akses tersebut berkurang karena ada jalanan yang ditutup.

2. Makin tidak ramah bagi pejalan kaki.
Makin banyak trotoar yang bolong, puing-puing bekas gusuran masih berserakan, pejalan kaki ikut tergusur dari trotoar ke tepi jalan raya, terpaksa berbaur dengan angkot-angkot yang menepi untuk ngetem atau menaikkan dan menurunkan penumpang. Kenyamanan dan keamanan para pejalan kaki makin terusik.

Pejalan kaki ikut tergusur dari trotoar.

3. Kehilangan ruang publik.
Sudah pasti banyak yang kehilangan ruang publik, artis-artis yang sering tanding bola, mereka yang rutin jogging, senam, naik sepeda, anak-anak yang latihan Taekwondo, atau yang belajar nyetir mobil di stadion. Dengar-dengar stadion Lebak Bulus akan dipindah ke Tanjung Priok. Coba bayangkan!, betapa tidak worth it, orang-orang Jakarta Selatan harus ke Jakarta Utara hanya untuk menikmati sarana olahraga, seharusnya lokasi lahan penggantinya di Jakarta Selatan juga.

Spanduk ini ungkapan kehilangan ruang publik.

4. Stadion jadi tidak nyaman.
Lagi-lagi soal kenyamanan dan keamanan pejalan kaki yang makin terusik. Saya terbiasa melintas stadion untuk mencapai komplek perumahan Lebak Bulus, sejak penggusuran stadion jadi lebih gersang di siang hari, sangat sepi dan gelap di malam hari. Papan seng bertuliskan "Mohon Maaf Sedang Berlangsung Pekerjaan Konstruksi Proyek MRT Jakarta" yang memagari stadion hanya menyisakan space sebadan orang dewasa untuk melintas.

Sejak penggusuran, stadion jadi seperti gedung tak berpenghuni, sunyi dan gelap di malam hari,
kesannya seram dan rawan kejahatan.

5. Kesulitan mencari makanan kaki lima.
Dampak ini mungkin tidak terlalu berpengaruh bagi warga perumahan Lebak Bulus, tapi pasti sangat berpengaruh bagi para pekerja Poins Square serta orang-orang yang transit dan akan melanjutkan perjalanan dari Lebak Bulus. Penjual makanan yang rasanya enak dengan harga ramah di kantong banyak yang tidak berjualan lagi.

Semoga warga Lebak Bulus bisa bekerja sama dengan Pemkot Jakarta Selatan dan pihak-pihak yang terlibat proyek MRT untuk menciptakan safety Lebak Bulus, menjaga kondisi Lebak Bulus agar tetap aman dan nyaman. Misalnya dengan lekas membenahi trotoar yang makin rusak setelah aksi penggusuran, atau menyediakan koridor khusus yang layak bagi pejalan kaki untuk melintasi stadion.

I Wish MRT...

Demi terwujudnya proyek MRT, banyak pihak yang rela berkorban, saya yakin bukan hanya warga sekitar Lebak Bulus, maka dari itu saya berharap agar kelak MRT lebih baik daripada Transjakarta. Armadanya lebih banyak sehingga mengurangi waktu yang tersita hanya untuk menunggu datangnya MRT, terutama di jam-jam padat seperti waktu berangkat dan pulang kantor. Say no to desak-desakan, kecopetan, dan pelecehan. Gerbongnya juga bukan gerbong butut yang mudah rusak, mogok, atau terbakar, sebab itu juga mengganggu kelancaran perjalanan. Untuk awal-awal yaaa...minimal sama baiknya dengan MRT di Singapura, untuk selanjutnya lebih keren dan bisa jadi identitas membanggakan kota Jakarta.

Kalau MRT tidak lebih baik dari Transjakarta...alangkah sia-sia pengorbanan kita semua!.

- See more at: http://artikelkomputerku.blogspot.com/2010/10/cara-memasang-banner-di-bawah-posting.html#sthash.TrMBEyDs.dpuf