Selasa, 10 Desember 2013

Apa (Sebenarnya) Guna Kondom?

Ribut-ribut soal Pekan Kondom Nasional, pro dan kontra bagi-bagi kondom gratis dalam rangka kampanye pencegahan HIV/AIDS, 'pemberian gelar' Ratu Kondom dan Menteri Cabul untuk Menteri Kesehatan, Nafsiah Mboi, hingga beragam respon penolakan dari berbagai tokoh publik. Sebagai bukti, Anjari Umarjianto alias Eyang Anjarisme merangkum beragam respon penolakan dari tokoh-tokoh publik tersebut dalam sebuah postingan berjudul "Kondom dan Cermin Masyarakat Gagal Paham serta Buruknya Komunikasi Publik" di blognya.

 
Bis merah bergambar Jupe, salah satu media kampanye Pekan Kondom Nasional.
'Pemberian gelar' untuk Menkes Nafsiah Mboi, wujud perlawanan yang beredar di dunia maya.
Sadar atau tidak, cara pencegahan HIV/AIDS yang paling populer karena paling sering dikampanyekan adalah dengan pemakaian kondom. Sadar atau tidak, cara ini kurang sesuai dengan budaya dan norma-norma di Indonesia. Sadar atau tidak, selama ini telah terjadi salah kaprah massal tentang guna kondom dan cara pencegahan HIV/AIDS.

Pakai kondom, aman dari HIV/AIDS.
Cegah HIV/AIDS dengan kondom.
Kita, orang Indonesia, tidak butuh kondom untuk mencegah HIV/AIDS. Mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam, coba cek di Al-Qur'an!, ada Surat Al-Isroo' ayat 32 : "wa laa taqrobuuzzinaa, innahu kaana faahisyatan wa saa-asabiilan" yang artinya "Dan janganlah kalian mendekati zina!, sesungguhnya zina itu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk". Baru mendekati saja sudah dilarang apalagi melakukan, alasannya sangat jelas karena zina itu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk. Penyakit kelamin, seperti HIV/AIDS sendiri misalnya, dan aborsi merupakan contoh dampak buruk zina yang paling nyata dan paling mudah dijumpai.

"Dosa gak bejendol, Bro!. Santai aja!, diem-diem aja, suka sama suka, gak ada yang tau". Dosa memang gak bejendol tapi hamil kan bejendol. Buat melenyapkan barang bukti (jendolan) terpaksa pilih aborsi sebagai jalan pintas yang cepat dan dianggap 'aman'. Please deh!!!, aman jangka pendek, berbahaya dan berpotensi sengsara jangka panjang. Kalau aborsi gagal, nyawa jadi taruhan, atau bayi lahir tapi dalam kondisi cacat. Kalau aborsi berhasil, ada kemungkinan bahaya pada rahim atau susah hamil kembali di kemudian hari. Itu risiko buat cewek, apa risiko buat cowok?. Tetap ada. Penyakit kelamin itu (baru) siksaan di dunia, tapi imbasnya (sudah) kemana-mana. Bisa nular ke istri, bisa nular ke anak.

Bagaimana dengan yang non muslim?, seperti yang kita ketahui sejak masih duduk di bangku SD bahwa di Indonesia ada 5 agama yang diakui yaitu Islam, Katolik, Protestan, Hindu, dan Budha, entah sekarang masih tetap 5 atau sudah bertambah jumlahnya. Saya tidak sempat menelusuri apakah di dalam kitab suci agama-agama tersebut juga terdapat larangan berzina atau tidak, tapi kita semua paham serta yakin bahwa setiap agama mengajarkan dan menyerukan kebaikan kepada umatnya. Lagi pula, budaya dan norma yang berlaku di Indonesia adalah budaya dan norma timur. Proses menuju sebuah pernikahan saja ada tahapan-tahapannya, misalnya lamaran, pengajuan syarat-syarat dari keluarga calon mempelai, seserahan, mahar, pingitan, dan lain-lain, hingga sampai ke tahap ijab kabul atau pengucapan janji pernikahan oleh pengantin. Sudah ijab kabul dan tinggal resepsi saja kadang-kadang masih ada beberapa prosesi untuk kedua mempelai bisa sampai dan menduduki kursi pelaminan. Tidak asal tabrak setelah kenalan dan ngobrol-ngobrol beberapa jam saja.

Jadi, apa (sebenarnya) guna kondom?. Guna kondom di Indonesia, yang paling efektif dan paling pas dengan budaya serta norma-norma, adalah untuk mengurangi jumlah pertambahan penduduk alias KB (Keluarga Berencana). Sekedar saran, semoga diterima dan dilaksanakan, ubahlah pilihan kata yang digunakan dalam kampanye pencegahan HIV/AIDS. Akhirilah salah kaprah massal tentang guna kondom dan cara pencegahan HIV/AIDS!.

Jauhi zina!. Tidak berhubungan seks selain dengan suami / istri.

STOP PERGAULAN BEBAS!. Ya tertular penyakit, ya dosa.

Ubah pilihan kata. Akhiri salah kaprah massal tentang guna kondom dan cara pencegahan HIV/AIDS!.























- See more at: http://artikelkomputerku.blogspot.com/2010/10/cara-memasang-banner-di-bawah-posting.html#sthash.TrMBEyDs.dpuf

4 komentar: